Midnight Thought: Pertemuan

Sekali-kali ngepost midnight thought gapapa kan ya? Hehe.. yah.. kebetulan emang baru kejadian sih..
Tadi, aku abis karaokean & makan malam di daerah Rawamangun sama 2 sohibku dari Grup-Grupan, Dinda & Maya. Well, bukan ini sih fokusnya. Gini. Setelah makan, Dinda pulang sama ibunya, aku & Maya pulang bareng naik M02 terus lanjut M21 sampe depan Toserba Berkah. Di M21, aku ketemu seseorang yang agak familiar.
Hmm. Agak rumit sih. Dia ini temennya temenku. Lieur teu? wkwk.

Awalnya, aku kenal sama salah satu temennya. Ternyata temennya ini mengenalkan aku & dia karena kami punya obsesi yang sama: Ekonomi Islam Unpad. Jujur, dia salah satu alasan aku sempet insecure karena nilainya jauh lebih baik dariku. Selain itu, dia punya lebih banyak sertifikat. Tapi Alhamdulillah. Ternyata malah aku yang dapet Ekis Unpad, sedangkan dia di tempat lain. Tbh aku dari dulu pengeen banget ketemu dia. Yaa mau gimanapun juga dia kan mantan rival.

Dia pernah ikut lomba yang ku handle, sayangnya, karena satu dan lain hal, kami gagal ketemu. Waktu aku ketemu temennya, kebetulan dia nggak bisa ikut. Dan di libur semester ini, di tempat dan waktu yang gak terduga: angkot, malem-malem, aku malah ketemu dia. We talked and chit chat a lot. Salah satunya yaa ngomongin masa-masa kami masih jadi rival dulu. Wkwkw..

Cerita lain lagi, aku kenal & deket sama someone. Ada lah. Pasti sebenernya kalian ada yang tau HAHAHA.

Somehow, awal perkenalan aku sama dia… kocak. Dia bilang dia mau add lineku, tapi gagal karena aku gak accept semua friend request. Lalu, dia bilang dia nemu instagramku & dia follow. Karena aku tau dia sekampus, aku asal followback aja. One day, dia upload snapgram. Karena iseng, aku bales pake DM/Direct Message. Ternyata, DM itu berbuntut panjang sampe di titik aku randomly bilang “pindah ke Line aja yuk”. Dan guess what? Pada akhirnya malah aku yang add Line dia, dan kami chat sampe sekarang. Malah sempet ketemuan.
What I can learn from these is, God has His way to connect us. Adaa aja cara Tuhan buat mempertemukan kita sama orang-orang. Seolah ada invisible hand yang bikin kita ketemu orang-orang, yang mana tau ternyata membawa manfaat buat kita. Terus berpasrah, siapa tau Tuhan sedang menyiapkan seseorang yang datang membawa manfaat & kebaikan buat kita kedepannya. Who knows?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s