“​Seharusnya”
Ah, hanya keadaan normatif yang tak mungkin terjadi

Tak peduli berapa asumsi yang berputar di kepalaku

Tak peduli berapa opportunity cost yang terpaksa ku abaikan untukmu

Tak peduli berapa sunk cost untukmu yang seperti kamu, tak mungkin kembali untukku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s