Pulang

“Saatnya pulang..” desisku melihat notif masuk barusan.

“Untuk menyelesaikan urusan tersebut, kami meminta Anda untuk hadir pada 18 Januari 2018” begitu sekilas pesan yang kubaca. Seperti biasa, urusan mendadak.

Aku bukan orang yang tak terbiasa dengan urusan mendadak. Hal itu sudah lumrah bagiku, dengan segala kepadatan hari-hariku yang penuh kegiatan dan kadang harus dadakan. Satu hal yang kubenci, aku harus pulang.

Aku benci pulang.

Bukan karena aku tak mau menemui orang tua dan keluargaku, aku merindukan mereka

Bukan karena aku ingin lari dari tanggung jawab. Aku sudah terlalu dianggap dewasa untuk melakukan itu.

Aku benci jauh darimu.

Hari-hari kita bersama membuatku terus merasa lupa waktu

Melupakan segala drama dan kesedihan yang telah membelenggu hidupku

Aku benci menerima kenyataan kalau hari-hari indah itu harus berlalu

Sayang, saatnya kembali ke realita

Dimana jarak membentang melebihi hasta

Dimana aku dan kamu tak berada di tempat yang sama

Namun setidaknya, langit kita sama.

Sayang, tunggulah aku kembali

Saat waktu terasa melamban lagi

Karena ada kamu di sisi

Tunggulah, nanti aku kembali ke sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s