Sayonara 2017, Ahlan 2018!

Akhirnya, tahun 2017 yang penuh drama berakhir sempurna, dan 2018 dimulai dengan bahagia.

Yeah, 2017 was an extreme bomb.

Tahun dengan berbagai lika-liku, drama.

I can say that 2017 was like an extreme roller coaster, with the very nice landing position.

Di tahun yang gila ini, aku kehilangan orang-orang yang biasanya selalu ada, harus melewati banyak drama, menghadapinya satu per satu.

Tapi di 2017 yang luar biasa ini, aku pun menemukan orang-orang baru.

Orang-orang tak terduga yang akhirnya menjadi teman, bahkan teman hidup.

Lika liku pertemanan dan percintaan terasa lebih bergejolak di tahun 2017 ini. Dari punya sahabat, lalu ditinggal. Pernah sayang, lalu ditinggal pula. Everyone will go away when it’s time, I know.

Tahun di mana pada akhirnya aku pernah menyimpulkan, “In the end, all you can depend is yourself”. Memutuskan buat menyendiri dan merenung. Memang sulit di awal, tapi akhirnya terbiasa………

Sampai akhirnya menemukan akhir yang bahagia di balik drama 2017 ini. Menemukan orang yang akhirnya menyadarkan, “No, you can’t face everything alone”. He’s like, the best thing I never knew I needed.

Dan seperti itulah, drama berjudul “2017” ini diakhiri dengan happy ending yang sukses.

Terima kasih untuk semua yang pernah mewarnai 2017ku ini. Yang pernah datang lalu pergi, yang memilih bertahan, yang akhirnya datang dengan bahagia yang sudah lama tak kurasakan.

2018, please be a much better year.

Advertisements

Disiksa Nasi Ayam di Ayam Nelongso Jatinangor

Hai pecinta pedas! Kamu kuat pedes? Jangan ngaku kuat kalo kamu belum ngerasain “siksaan” nasi ayam dan sambel yang pedesnya bagai azab di sini!

Ayam Nelongso yang terletak di Jalan Kolonel Ahmad Syam no. 22 (Jalan Sayang), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini memang baru buka. Tapi langsung jadi salah satu tempat makan yang hits abis. Berawal dari promo “500 piring makan gratis” di awal pembukaannya, sampai hebohnya nasi+ayam yang hanya seharga Rp 5.000!

Sayangnya, saat aku ke sini, paket nasi+ayam Rp 5.000 itu sudah habis. Karena paket itu khusus buat sarapan. Jadi aku pesan Ayam Plecing & nasi aja. Sengaja aku pesan minumnya Milo karena aku denger-denger minum susu setelah makan pedes bisa mengurangi rasa pedes itu dengan cepat.

Tak perlu menunggu lama, aku langsung dengar “atas nama Mbak Fira” dari pelayan. Gercep parah.

Ayam plecing, nasi, dan miloku sudah sampe.

Sambelnya menggoda banget. Merah menyala dan buanyaak.

Karena laper, aku langsung melahap ayam & nasi ini.

First impression setelah kucoba: sambelnya sadis. Di sini memang gak pake sistem level kayak di kedai umumnya. Awalnya kukira gak akan sepedas ini, soalnya aku terbiasa makan ayam dengan sambel yah… paling parah level 5.

Jujur, baru kali ini aku makan sambel sampe ga bisa ngomong, keringet di seluruh badan, meler, jantung berasa robek, usus berasa diurai, lambung berasa ditonjok. Sampe detak jantung gak karuan saking pedesnya ini ayam. Haha lebay parah ya. Tapi serius itulah yang aku rasain gara-gara sambel di sini. Badan rasanya tersiksa kayak abis kena azab. Wkwkwkw fix makin lebay. Pokoknya nelongso (merana) abis.

Daaan beginilah wujudku setelah sukses terkoyak ayam & sambel sadis ini. Terima kasih sambel.

Kalian pecinta pedas harus banget coba. Selain pedasnya yang sadis, masih banyak lagi kesadisan 11 varian sambal lainnya. Selamat tersiksa sampe nelongso!

Zakat Vs Pajak, Haruskah Salah Satunya Dihilangkan?

Menunaikan zakat dan membayar pajak, kedua instrumen yang selaras dalam hal masyarakat mengeluarkan sebagian dari hartanya, terutama uang.

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam (muzzaki) untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima (mustahiq) sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah. Golongan-golongan yang berhak menerima zakat tersebut antara lain muallaf (mereka yang baru memeluk agama Islam), fakir (orang yang sangat sengsara dan melarat serta tidak memiliki harta dan tenaga untuk memenuhi kehidupannya), miskin selalu dalam kekurangan dan kesulitan, ia memiliki pekerjaan dan penghasilan namun tidak mampu menutup kebutuhannya), amil zakat (orang yang menjadi panitia/petugas zakat), riqab (hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri), gharim (orang yang berhutang), fii sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (musafir). Seperti ditetapkan dalam Surah At-Taubah ayat 60 yang memiliki arti “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Zakat secara umum terdiri atas zakat fitrah (zakat yang wajib dikeluarkan menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan Ramadhan) dan zakat maal (harta). Selain diatur oleh Al Quran dan Hadist, zakat juga diatur dalam Undang-Undang, yaitu Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2011 dan Penjelasan UU no.23 tahun 2011

Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun 2014

Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2014

Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 01 Tahun 2014

Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 02 Tahun 2014

Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 01 Tahun 2016

Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 02 Tahun 2016

Lain halnya dengan pajak. Salah satu instrumen pemasukan negara ini adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai falsafah undang-undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga Negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Secara umum, pajak terdiri atas pajak pusat yang dikelola oleh direktorat jendral pajak (PPh/Pajak Penghasilan, PPN/Pajak Pertambahan Nilai, PBB/Pajak Bumi dan Bangunan, PpnBM/Pajak Penjualan Barang Mewah, Bea Materai), dan pajak daerah yang dibagi dua menjadi pajak provinsi dan pajak kabupaten, bergantung pada pengelola pajak tersebut (Pajak reklame, pajak iklan, dll).

Tak seperti zakat yang secara langsung ditujukan kepada kaum mustahiq, pajak ditujukan untuk mengisi kas negara untuk kemudian dialokasikan untuk pembangnan negara, misalnya fasilitas-fasilitas seperti jembatan, jalan, sekolah, dll. Manfaat pajak mungkin tak dirasakan orang-orang secara individu, tapi dirasakan secara tak langsung melalui fasilitas-fasilitas umum yang mereka nikmati. Perpajakan diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan

 

Yang menjadi persoalan di masyarakat saat ini, muncul rasa enggan dari masyarakat untuk membayar pajak. Hal ini disebabkan oleh menurunnya rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah yang mengumpulkan pajak tersebut. Selain itu, masyarakat cenderung memilih untuk membayar zakat saja dan malas untuk membayar pajak. Namun, di sisi lain, ada pula sebagian dari masyarakat yang justru enggan membayar zakat namun membayar pajak, bahkan tidak membayar keduanya sama sekali. Lalu, manakah yang benar?

 

Zakat dan pajak memiliki kesamaan, yaitu merupakan kewajiban bagi mereka yang dikenai kewajiban tersebut. Zakat bagi umat muslim, pajak bagi wajib pajak. Karena kedua instrumen ini wajib, maka keduanya harus dibayarkan. Mau bagaimanapun juga, zakat termasuk kepada rukun islam, dan pajak adalah salah satu wujud menaati peraturan negara, sesuai dengan perintah Al Quran (An Nisa:59) untuk menghormati ulil amri (pemimpin negara).

Seharusnya zakat dan pajak disejajarkan karena zakat dan pajak ada untuk saling melengkapi, zakat diperuntukkan kepada masyarakat yang membutuhkan (mustahiq), sedangkan pajak untuk membangun negara. Jadi, bayarlah zakat dan pajak karena orang bijak bayar pajak, dan orang taat bayar zakat. Jika salah satunya tidak ada maka dari manakah kontribusi untuk kesejahteraan dan pembangunan negara ini?

 

Review: Mango Tango Jatinangor

Selamat siang selamat bercerah-cerah dan berterik-terik ria, teman-teman seperjuangan! 🌞
Di cuaca yang super terik ini, suegeerr kali yaa kalo minum yang seger-seger? Apalagi kalo pake buah, dingin.. hmm seger! 🍹
Mungkin kalian pernah denger Mango Legend, yang ngehits banget di Bandung itu. Yang antriannya sampe nguler itu loh saking ngehitsnya. 🐍
Ternyata di Jatinangor, Sumedang ada loh! Mango Tango!

Lokasinya di Jalan Jatinangor no. 180, sebelum belokan Jalan Sayang/Kolonel Ahmad Syam. Deket kaan?

Bukanya dari jam 11.00-20.00 loh

Pas banget kan buat menghadapi siang yang terik, atau sore & malam yg seru..
Nah di sini aku pesan Mango Tango, signature drink di sini. Isinya jus mangga, whipped cream manis, sedikit serutan es mangga, dan potongan mangga super seger dan manis!

Harganya? Rp 25.000 aja loh! Lumayan lah yaa daripada jauh-jauh ke Bandung, kan? 😛

Selamat bersegar-segar ria!

Unboxing Indomie Vintage

*Mendarat dengan selamat di kosan*

Haloo! Akhirnya sampe kosan juga..

Aku baruu aja dari Indomaret, teracuni!!
sama….
…Indomie Vintage a.k.a Indomie Jadoel berikut tasnya.
Itu loh, yang lagi hits banget di sosmed. 

Indomie kembali mengeluarkan varian bungkus vintage/jadoel ala tempo doeloe era 70an berikut 1 tas lucu.


Liat tasnya udah gemes banget kan?

Yah,  diriku pun tergoda.

Ternyata di dalem tas ini, ada 5 bungkus Indomie Vintage dengan berbagai varian rasa.

Berikut penampakan Indomie Vintage versi 70an, tepatnya 1972..

Wah, beda kan bungkusnya sama yang sekarang?
Buat Om Tante yang hidup dari era 70an pasti jadi flashback yaa liat Indomie bungkus jadoel ini. Eaaa.
Mau? Yuk ke Indomaret terdekat.

Dengan 17K kamu sudah bisa dapet 5 bungkus Indomie Vintage+tas lucu.
Kira-kira rasanya gimana ya, sama gak ya sama Indomie sekarang?

Coming 🔜 di blog ini yapp ditunggu aja! 😋
Seleraku, seleramu juga kan? Hihi 😗

Review: Bedak Dingin Saripohatji

Selamat weekend teman-teman! Ke mana aja akhir pekan ini? Kalo nggak ke mana-mana, pas banget nih, waktunya merawat diri! Setelah terus-terusan terpapar polusi, stres, dll., nggak ada salahnya dong merawat kulit supaya tetep oke, yuk jaga kulit agar lebih sehat.
Mungkin kalian bertanya-tanya, “duh, enaknya perawatan wajah pake apa ya? Gak usah mahal-mahal yang penting cocok deh. Produk jaman sekarang banyakan mahal sih.” iya, semakin ke sini, biaya perawatan semakin mahal. Banyaknya produk perawatan wajah yang semakin beragam pun semakin bervariasi harganya.
Di antara banyaknya produk perawatan wajah kekinian, aku masih lebih memilih produk lokal tradisional, bedak dingin. Jadul dikit gapapa kan ya. Haha.
Jujur, aku pernah mencoba produk-produk seperti black mask, masker spirulina, dll. Hasilnya? Wah, ternyata kulitku sensitif dan menimbulkan reaksi kurang baik. Bahkan di leherku muncul ruam karena tidak cocok pakai masker spirulina. Nggak enak banget deh.
Sampai suatu hari aku pergi ke Dayti, Jalan Sayang/Kolonel Ahmad Syam, Jatinangor. Di sinilah aku bertemu jodohku (halah, lebay!!), bedak dingin! Di antara banyak merk, aku memilih Bedak Dingin Saripohatji. Biasa, faktor harga, maklumlah kaum kosan proletar haha. Rp 3000 saja loh untuk 1 bungkus berisi 25 tablet. Konon, bedak dingin ini sudah ada sejak sekian tahun yang lalu.

sederhana banget kan bungkusnya?

Nah, inilah tablet-tabletnya. Ternyata isi 25 butir. Tablet bedak dingin ini terbuat dari bahan-bahan alami loh. Aman pastinya.

Cara penggunaannya: bisa dijadikan masker, bisa juga buat campuran di bedak tabur.

Buat masker, campurkan 3 butir tablet dengan sedikit air sampai menjadi adonan yang kental, lalu, oleskan ke wajah dengan kuas masker.

Karena masker ini terbuat dari bahan alami, aman jika dibiarkan semalaman. Aku biasanya menggunakan masker ini di malam hari lalu kubilas saat bangun tidur. Saat bangun tidur, muncul efek putih seperti kotoran di dekat mata. Bersihkan saja, ini merupakan bukti bahan-bahan di masker bekerja.
Setelah penggunaan rutin, kulitku terasa lebih halus dan jerawat jauh berkurang. Ditambah, tak ada efek samping seperti ruam sehingga aman untuk yang berkulit sensitif. Terbukti kan, cantik nggak harus mahal 😀

[Resep Mamah] Sop Gurame

Pada bingung mau makan apa siang ini? Makan ikan yuuk! Biar ga ditenggelamkan Bu Susi *loh* wkwkwk.

Kali ini aku bakal share salah satu resep mamah, sop gurame. Dulu kami sering masak ini di rumah. Lumayan simpel loh..
Bahan:

Ditumis:

  • Bawang merah 6 siung
  • Bawang putih 5 siung
  • Cabai keriting 2 buah

Direbus:

  • Jahe sebesar jempol, digeprek
  • Lengkoas sebesar jempol, digeprek
  • Sereh 1 batang, digeprek
  • Daun jeruk 3 lembar
  • Ikan gurame 1 ekor
  • Daun kemangi
  • Cabai rawit
  • Tomat 1/2 buah
  • Jeruk nipis

Cara membuat:

  1. Pertama, lumuri ikan yang sudah dipotong-potong dengan jeruk nipis. 
  2. Siapkan bawang merah, bawang putih, cabai. Iris halus. 
  3. Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai. 
  4. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke air yang sudah direbus dengan jahe, sereh, dan lengkoas. 
  5.  Masukkan gurame yang sudah dilumuri air jeruk nipis. 
  6. Tambahkan tomat yang sudah dipotong-potong, cabai rawit, daun jeruk yang sudah dirobek, dan daun kemangi. Sop gurame siap disajikan!